Kamis, 22 Januari 2015

[Tugas Soft Skill 4] Dampak Kebijakan Pemerintah Menaik Turunkan Harga BBM Bagi Masyarakat

Harga bahan bakar minyak atau sering kita sebut dengan BBM, menjadi titik tumpu paling besar pada penetapan harga kebutuhan pokok dan transportasi. Maka pada saat pemerintah menaikan harga BBM, otomatis semua harga kebutuhan pokok dan tarif transportasi pun ikut naik. hal ini yang meresah kan masyarakat, masyarakat kecil pun akan jadi imbasnya. dengan pendapatan mereka yang sedikit dan biaya kehidupan yang melonjak, akan menyiksa mereka. Maka dan hal ini dibutuhkan perhitungan yan matang dari pemerintah itu sendiri.

Dan akhir-akhir ini telah terjadi fenomena baru, yaitu penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak diikuti penurunan harga kebutuhan pokok dan biaya transportasi di daerah-daerah. Padahal, disaat bersamaan Pemerintah juga menurunkan kembali harga gas elpiji 12 kg dan harga semen.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Farouk Muhammad mengingatkan Pemerintah agar segera mengambil langkah antisipasif dan kebijakan integratif.

"Penyesuaian dua kali harga BBM ternyata belum mampu mengembalikan harga dan biaya seperti sediakala. Penurunan harga BBM tidak diikuti penurunan harga kebutuhan pokok dan biaya transportasi didaerah-daerah," ujar guru besar Perguruan Tinggi Kepolisian(PTIK) dan Universitas Indonesia (UI) ini di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa(20/1).

Presiden Joko Widodo meminta kepala daerah segera merespon penyesuaian harga BBM jenis premium dan solar dan dia berharap penurunannya berimbas pada  turunnya harga kebutuhan pokok. Presiden mengumumkan penurunan kemlai harga BBM diKomlipaks Istana Kepresidenan, pada hari Jumat (16/1/2015), tepat pukul 00.00 WIB tanggan 19 Januari 2015, harga bahan bakar premium turun menjadi Rp 6.600 per liter dan solar Rp 6.400 per liter. Selain BBM, Pemerintah juga menurunkan harga elpiji 12 kg dan semen."

"Realitasnya, kenaikan harga bbm telah memicu kenaikan seluruh bahan kebutuhan pokok, termasuk biaya transportasi. Permasalahannya, ketika Pemerintah menyesuaikan kembali harra BBM, harga-harga dan biaya-biaya itu tidak otomatis turun"

Oleh karena itu, senator asal Nusa Tenggara Barat(NTB) ini mengingatkan Pemerintah agar segera mengambil langkah antisipatif dan kebijakan integratif yang konsisten guna mengembalikan harga-harga dan biaya-biaya ke posisi semula .

Pemerintah juga seharusnya mencari solusinya bersama kalangan dunia bisnis dan industri dan para pemangku kepentingan lainnya untuk menyiasati perubahan harga BBM yang terus menerus, mengingat Pemerintah akan menyerahkan harga BBM kepada mekanisme pasar.
"Dunia bisnis dan industri membutuhkan kepastian harga BBM"