Kamis, 24 Maret 2016

Perkembangan HTTP (Hyper Text Transfer Protocol)

Hypertext Transfer Protocol (HTTP) adalah sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia. Penggunaannya banyak pada pengambilan sumber daya yang saling terhubung dengan tautan, yang disebut dengan dokumen hiperteks  adalah paradigma interface pengguna untuk menampilkan dokumen yang berisi referensi-silang otomatis ke dokumen lainnya yang disebut hiperlink. Memilih hiperlink menyebabkan komputer menampilkan dokumen yang terhubungkan dalam waktu sangat singkat., yang kemudian membentuk World Wide Web pada tahun 1990 oleh fisikawan Inggris, Tim Berners-Lee. Hingga kini, ada dua versi mayor dari protokol HTTP, yakni HTTP/1.0 yang menggunakan koneksi terpisah untuk setiap dokumen, dan HTTP/1.1 yang dapat menggunakan koneksi yang sama untuk melakukan transaksi. Dengan demikian, HTTP/1.1 bisa lebih cepat karena memang tidak perlu membuang waktu untuk pembuatan koneksi berulang-ulang.
         Pengembangan standar HTTP telah dilaksanakan oleh Konsorsium World Wide Web (World Wide Web Consortium/W3C) adalah suatu konsorsium yang bekerja untuk mengembangkan standar-standar untuk Waring Wera Wanua. dan juga Internet Engineering Task Force (IETF) yang merupakan sebuah organisasi yang menjaring banyak pihak (baik itu individual ataupun organisasional) yang tertarik dalam pengembangan jaringan komputer dan Internet, yang berujung pada publikasi beberapa dokumen. Request for Comments (RFC) adalah salah satu dari seri dokumen infomasi dan standar Internet bernomor yang diikuti secara luas oleh perangkat lunak untuk digunakan dalam jaringan, Internet dan beberapa sistem operasi jaringan, mulai dari Unix, Windows, dan Novell NetWare. , dan yang paling banyak dirujuk adalah RFC 2616 (yang dipublikasikan pada bulan Juni 1999), yang mendefinisikan HTTP/1.1.
      Dukungan untuk HTTP/1.1 yang belum disahkan, yang pada waktu itu RFC 2068, secara cepat diadopsi oleh banyak pengembang penjelajah Web pada tahun 1996 awal. Hingga Maret 1996, HTTP/1.1 yang belum disahkan itu didukung oleh Netscape 2.0, Netscape Navigator Gold 2.01, Mosaic 2.7, Lynx 2.5, dan dalam Microsoft Internet Explorer 3.0. Adopsi yang dilakukan oleh pengguna akhir penjelajah Web pun juga cepat. Pada bulan Maret 2006, salah satu perusahaan Web hosting melaporkan bahwa lebih dari 40% dari penjelajah Web yang digunakan di Internet adalah penjelajah Web yang mendukung HTTP/1.1 Perusahaan yang sama juga melaporkan bahwa hingga Juni 1996, 65% dari semua penjelajah yang mengakses server-server mereka merupakan penjelajah Web yang mendukung HTTP/1.1. Standar HTTP/1.1 yang didefinisikan dalam RFC 2068 secara resmi dirilis pada bulan Januari 1997. Peningkatan dan pembaruan terhadap standar HTTP/1.1 dirilis dengan dokumen RFC 2616 pada bulan Juni 1999.
        HTTP adalah sebuah protokol meminta/menjawab antara klien dan server. Sebuah klien HTTP (seperti web browser atau robot dan lain sebagainya), biasanya memulai permintaan dengan membuat hubungan ke port tertentu di sebuah server Webhosting tertentu (biasanya port 80). Klien yang mengirimkan permintaan HTTP juga dikenal dengan user agent. Server yang meresponsnya, yang menyimpan sumber daya seperti berkas HTML dan gambar, dikenal juga sebagai origin server. Di antara user agent dan juga origin server, bisa saja ada penghubung, seperti halnya proxy, gateway, dan juga tunnel.
HTTP tidaklah terbatas untuk penggunaan dengan TCP/IP, meskipun HTTP merupakan salah satu protokol aplikasi TCP/IP paling populer melalui Internet. Memang HTTP dapat diimplementasikan di atas protokol yang lain di atas Internet atau di atas jaringan lainnya. seperti disebutkan dalam "implemented on top of any other protocol on the Internet, or on other networks.", tapi HTTP membutuhkan sebuah protokol lapisan transport yang dapat diandalkan. Protokol lainnya yang menyediakan layanan dan jaminan seperti itu juga dapat digunakan.
      Sumber daya yang hendak diakses dengan menggunakan HTTP diidentifikasi dengan menggunakan Uniform Resource Identifier (URI), atau lebih khusus melalui Uniform Resource Locator (URL), menggunakan skema URI http: atau https:.
        Sesuai dengan perkembangan infrastruktur internet maka pada tahun 1999 dikeluarkan HTTP versi 1.1 untuk mengakomodasi proxy, cache dan koneksi yang persisten.
SUMBER :

Perkembangan HTML untuk Pemrograman Web

Dalam kursus Pemrograman Web anda nantinya akan familiar tentang Pemrograman Web menggunakan HTML. HTML (HyperText Markup Language) terus berkembang, Pernahkan anda membuka situs google.com atau yahoo.com atau website-website lainnya ? Pada website tersebut seringkali kita temukan gambar atau tulisan, pertanyaannya apakah pernah terlintas dibenak anda, Bagaimana semua itu bisa tersusun dengan proporsional dan terstruktur, sehingga menjadi informatif untuk kita nikmati.

Pertanyaannya sederhana, Bagaimana cara membuatnya?

Anda akan diajarkan bagaimana cara membuatnya yaitu pada Kursus Pemrograman Web, Semua itu ada dan tersusun tidak lain karena sebuah bahasa pemprograman, salah satunya adalah menggunakan bahasa pemrograman HTML (HypertText Markup Language). Coba anda buka salah satu situs kesukaan anda, kemudian setelah situs tersebut sudah terbuka anda tekan CTRL + U maka secara tidak lansung anda akan menampilkan sekumpulan huruf-huruf yang di dalamnya terdapat tanda “<” dan “>”. Kumpulan kode dan huruf seperti itulah yang kita sebut sebagai HTML (HypertText Markup Language. Dalam Kursus Pemrograman Web Basic hingga Advanced anda akan diajarkan, bagaimana cara membuat WebsiteDinamis yang terstruktur seperti yang kami maksud diatas menggunakan bahasa Pemrograman Web yaitu HTML (HypertText Markup Language), PHP, MySQL  dan lain sebagainya.
HTML (HypertText Markup Language) bukan bahasa biasa yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat, melainkan sebuah bahasa Pemprograman Web tingkat tinggi. Orang-orang yang berkecimpung di dunia Pemrograman Web pasti tidak asing dengan bahasa Pemrograman Web tersebut (HTML), khususnya yang sudah memiliki Website atau Blog. Bahasa Pemrograman Web HTML adalah bahasa yang  harus dimengerti terlebih dahulu oleh para Programming Web. Alasan dasar HTML harus dipelajari adalah untuk editing serta kostumisasi sebuah Website atau Blog milik anda. Selain itu HTML adalah bahasa Pemprograman Web tingkat dasar dan mengingat banyaknya bahasa yang dimasukkan kedalam bahasa HTML.
Pada Tahun 1980 IBM (International Business Machines) membuat konsep untuk meletakkan beberapa point, dimana point-point bahasa Pemrograman Web atau HTML tersebut menandai bagian-bagian dari sebuah dokumen seperti bagian judul, bagian alamat, bagian isi dokumen. Poin-point itu juga adalah sebuah program untuk melakukan pemformatan dokumen secara mudah. IBM memberikan nama Generalized Markup Language (GML) pada Bahasa Pemprograman yang bertugas untuk hal itu. Sedangkan pada Tahun 1986 konsep ini disetujui oleh pihak ISO (International Standart Organization) sebagai standart dalam pembuatan suatu dokumen. Pada waktu keluarnya ISO 8879, ISO menamai GML (Generalized Markup Language) ini menjadi SGML (Standart Generalize Markup Language).

HTML pada Versi 1.0

Pemrograman Web pada HTML versi 1.0. memiliki kemampuan yakni menampilkan Heading, Paragraph, Hypertext, List, cetak tebal, dan miring pada penulisan teks. Versi ini hanya mendukung peletakan gambar pada dokumen tanpa membolehkan teks berada disekeliling gambar (wrap text;top or bottom).

HTML pada Versi 2.0

Pemrograman Web pada HTML versi 2.0. ini terdapat penambahan kualitas TML yang ada pada kemampuan menampilkan sebuah form di dokumen. Adanya form ini memudahkan kita dalam memasukkan nama, alamat, serta saran atau kritik. Dan mulai dari versi ini HTML menjadi pioneer dalam perkembangan homepage interaktiv.

HTML pada Versi 3.0

Pemrograman Web pada HTML versi 3.0. ini ada penambahan beberapa fasilitas baru misalnya adanya tabel. Versi ini disebut juga HTML+,  tetapi tidak tertahan lama dan segera digantikan dengan HTML  versi  3.2. (18/12/1997).

HTML pada Versi 4.0

Pemrograman Web pada HTML versi 4.0. ini memiliki banyak perubahan serta revisi dari HTML versi sebelumnya. Hampir semua perintah-perintah HTML meliputi Table, Image, Text, Link, Form, Imagemaps, Meta dan lainnya. Setelah itu pada tanggal 24 April 1998 lahirlah HTML versi 4.01 yang dikeluarkan oleh W3C secara resmi. Pada tahun 1999 versi HTML 4.01 menjadi standart HTML, versi ini merupakan revisi dari versi sebelumnya yaitu HTML versi 4.0 (18 Desember 1997). HTML versi ini (HTML 4.01) masih menjadi standart resmi hingga sekarang ini.

HTML pada Versi 5.0  (HTML 5)

Pemrograman Web pada HTML versi 5.0 versi ini adalah perkembangan HTML generasi saat ini. Dan mungkin akan terus berkembang searah mengikuti perkembangan zaman. Versi ini juga merupakan generasi terakhir. Beberapa fitur baru yang berada pada versi 5 ini antara lain :
  • Fitur canvas memungkinkan kita untuk menggambar.
  • Fitur Video dan Audio sebagai media player untuk memutar video atau musik.
  • Elemen-element baru seperti, artikel, header, footer , dan navigasi.
  • Fitur Dukungan yang lebih baik guna penyimpana secara offline local.
  • Fitur Control dalam bentuk baru, meliputi ; kalender, waktu, email, search, URL
Akan tetapi sampai saat ini HTML versi ini belum menjadi standart resmi. Banyak browser juga yang belum support terhadap HTML 5. HTML versi ini (HTML 5) mungkin akan menjadi standart baru untuk HTLM dan XHTML.
Jika anda ingin menguasai Pemrograman Web khususnya HTML dari Basic hingga Advanced, anda harus mengambil bidang studi Kursus Pemrograman Web atau Programming Web di Creative Media. Disini anda akan dibimbing langsung oleh Tentor yang Profesional dan berpengalaman di bidangnya. Mungkin hanya sampai itu dulu yang bisa kami ulas tentang perihal perkembangan HTML dari versi pertama hinggga HTML versi sekarang.

 sumber : http://www.infocreativemedia.com/perkembangan-html-untuk-pemrograman-web-dari-versi-pertama-hingga-sekarang/

Senin, 21 Maret 2016

Aplikasi Web dengan JAVA



Perkembangan Website


            Perkembangan teknologi informasi yang kian pesat memacu munculnya situs baru yang dapat diakses melalui jaringan internet. Data dari survey yang dilakukan oleh Netcraft menunjukkan bahwa sampai pada bulan Maret 2008 ini jumlah website telah mencapai angka 162.662.052 situs dengan 4,5 juta situs baru pada bulan ini. Hal ini memungkinkan jumlah situs baru pada tahun 2008 ini mencapai 60 juta situs atau meningkat 20% dari perkembangan tahun 2007 yang mencapai 50 juta situs baru. Perkembangan jumlah situs ini tidaklah mengherankan karena semakin banyaknya orang yang melakukan blogging baik melalui Google, blogspot.com, ataupun MySpace. Namun demikian, situs yang benar-benar aktif pada bulan Maret 2008 hanyalah 65,6 juta atau 40,33% dari jumlah total situs.
            Dengan perkembangan jumlah situs yang luar biasa besar ini menuntut para pemrogram web (web programmer) untuk selalu berkreasi menciptakan ide-ide baru baik dalam desain layout, penggunaan aplikasi server web, maupun operating system yang dipakai, agar situs yang dibangunnya tidak kandas dalam persaingan.
            Saat ini banyak sekali bahasa pemrogaraman web yang dipakai untuk membangun sebuah situs. Bahasa pemrograman yang dipakai antara lain Hyper Text Markup Language (HTML), Dynamic HTML (DHTML), eXtesible Markup Language (XML), XHTML, PHP (PersonalHome Page: Hypertext Preprocessor), CGI (Common Gateway Interface), Perl (Practical Extraction and Report Language), ColdFusion, ASP (Active Server Page), Java, JHTML.
            HTML sebenarnya bukanlah bahasa pemrograman namun hanyalah bahasa markup. Bahasa HTML adalah bahasa yang sederhana dan hanya memiliki sedikit kesulitan. Bahasa yang merupakan dasar dari framework Internet ini ditemukan oleh Tim BernersLee pada tahun 1989. Hampir setiap situs web menggunakan bahasa ini, entah sekedar menampilkan teks, animasi, tampilan grafis, ataupun suara. Bahasa HTML sebenarnya berasal dari bahasa lama yang disebut dengan SGML (Standard Generalized Markup Language). Namun perkembangan HTML sudah dimulai sejak kurang lebih 10 tahun bahasa tersebut diperkenalkan. Sedangkan DHTML adalah bahasa yang bisa diakses dan dimodifikasi oleh bahasa script seperti Vbscript, Javascript. DHTML sering dimanfaatkan untuk menampilkan animasi-animasi seperti efek text, perubahan warna, dan lain sebagainya. Bahasa ini sering juga disebut sebagai versi objek dari HTML. XML adalah bahasa yang sifatnya lebih terbatas daripada elemen-elemen HTML. Dengan XML, orang bisa menentukan elemen-elemennya sendiri lalu kemudian mengembangkannya. XML saat ini biasa dijumpai pada aplikasi RSS (Really Simple Syndication).
            Bahasa ini masih dalam pengembangan. XHTML merupakan gabungan dari bahasa HTML dan XML. Seperti halnya XML, bahasa ini juga masih tergolong baru namun diramalkan akan sangat berperan dalam mewarnai dunia web di masa depan. Info selengkapnya mengenai bahasa ini bisa ditemukan di Bahasa pemrograman web yang paling populer saat ini adalah PHP. PHP ditulis oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1994 yang pada awalnya ia gunakan untuk mencatat jumlah pengunjung situs yang membuka halaman resumenya. Ia kemudian menulis ulang kode-kodenya dengan bahasa C yang kemudian menjadikan bahasa itu menjadi lebih kaya kemampuan. Barulah setelah itu banyak bermunculan tokoh-tokoh yang berjasa dalam perkembangan PHP seperti Zeev Suraski dan Andi Gutmans yang menulis kembali parsing engine unuk menciptakan PHP versi 3. PHP kemudian menjadi modul Apache yang paling sering digunakan. Saat ini sedang dikembangkan PHP versi 5.2.5 dan PHP 4.4.8.
            CGI (Common Gateway Interface) merupakan standar internet tertua dan paling berkembang sebagai suatu alat lewatnya informasi dari web server ke suatu program dan mengembalikan hasilnya ke browser. Suatu program CGI dapat ditulis dengan bahasa-bahasa Perl, Java, C, C++, Scriptscript UNIX, Visual Basic, MacOS atau AppleScript. Karena itulah CGI sebenarnya kurang tepat jika dikategorikan sebagai bahasa karena program CGI sendiri dapat ditulis menggunakan beragam bahasa. PERL merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang ditemukan oleh Larry Wall (1987). PERL memiliki kemampuan untuk dapat diterapkan pada hampir semua jenis Operating System dan yang terpenting, PERL bisa didapatkan secara free. Dalam aplikasinya eksekusi PERL biasa dijalankan dengan CGI (Common Gateway Interface) sebagai mekanisme untuk menampilkan output text ke browser.
            Coldfusion adalah sistem pengembangan aplikasi yang dikembangkan oleh Alaire. File Coldfusion ini memiliki ekstensi CFM. File-file CFM disimpan dalam bentuk plain text, sama halnya seperti PERL dan PHP sehingga siapapun dapat melihat isinya. ASP diciptakan khusus bagi server IIS milik microsoft, namun demikian saat ini server Apache::ASP yang ditulis dengan bahasa Perl sudah dapat menangani file ASP. Bahasa ini merupakan bahasa pemrograman web yang dinamis. ASP dapat digunakan untuk mengeksekusi beragam request terhadap suatu database atau perintah-perintah pada system lokal. JHTML adalah bahasa standard JavaSoft keluaran SUN yang diciptakan untuk mengikutsertakan Java dalam sebuah file HTML. Bahasa ini memiliki tag tersendiri yang diproses sebelum mengirimkan output pada browser. JHTML hampir mirip dengan HTML, hanya saja memiliki tambahan tag <Java>.
            Selain bahasa pemrograman yang harus dipilih, untuk membangun sebuah website yang dinamis diperlukan sebuah basis data (database). Saat ini tersedia berbagai database yang dapat diaplikasikan untuk pemrograman web baik yang berbayar seperti Oracle, Microsoft Access, Microsoft SQL Server maupun yang gratis (free) seperti MySQL, PostgreSQL. Banyak programer web yang saat ini memilih database gratis seperti MySQL karena kemudahan akan penggunaan, referensi, dan di samping karena faktor ketenarannya. Tatacara dan mekanisme penggunaan database dalam pemograman web tidak akan dijelaskan dalam makalah ini.

Kriteria Web dan Aspek Keamanan


            Website yang baik harus memenuhi kriteria dalam aspek fungsionalitas, desain, konten, orisinalitas, profesionalisme dan keefektivan. Sesuai dengan kriteria dalam penghargaan website terbaik tingkat dunia (World Best Website Awards), aspek fungsionalitas yang dinilai meliputi: keteraksesan, kecepatan dan bandwidth, kualitas HTML, navigasi dan link, dan legalitas. Sedangkan dalam aspek desain, subaspek yang dinilai adalah desain grafis, user friendliness, beauty, layout, dan integritas. Dari segi konten, termasuk aspek yang dinilai adalah tujuan, interaktivitas manusia, proses informasi, ekspresi verbal, ketersediaan konten secara detail. Dalam aspek orisinalitas, subaspek yang dinilai adalah inovasi, kreativitas, teknologi, dan visi. Untuk aspek profesionalisme dan keefektivan meliputi customer service dan respon client, nilai, focus, komponen tambahan, dan keefektifan situs secara keseluruhan. Kriteria-kriteria tersebut dinilai untuk penilaian level 1. Untuk penilaian level berikutnya aspek yang paling penting adalah sekuritas server dan rangking search engine. Dengan demikian aspek aspek tersebut di atas dapat dijadikan acuan dalam pembangunan sebuah website yang baik, sehingga peran programer web dalam hal ini sangat penting.

Konsistensi dalam Basis Data

            Banyak programer yang kurang menyadari konsistensi data ketika membangun sebuah aplikasi berbasis web. Padahal konsistensi data adalah sesuatu yang sangat penting agar output yang dikeluarkan sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini akan semakin bertambah sensitif jika aplikasi kita berhubungan dengan nasib seseorang atau paling tidak berkaitan dengan masalah uang. Sebagai sebuah ilustrasi, maka akan dikemukakan sebuah contoh kasus pengisian KRS yang terjadi di Unnes pada tiap semester.
            Unnes menggunakan sistem rombel (rombongan belajar), sebuah sistem yang kurang lebih sama dengan sistem kelas pada jaman dahulu. Dengan sistem rombel, peserta yang mengikuti suatu mata kuliah X dibatasi sesuai dengan kapasitas ruang yang tersedia. Misalkan mata kuliah X tersebut memiliki kapasitas maksimum 50 orang. Pengambilan MK dilakukan dengan melakukan request ke server tentang MK yang akan diambil dengan mengklik link yang disediakan. Dengan model ini, maka besar kemungkinan dalam satu waktu yang bersamaan terdapat sejumlah banyak user mahasiswa yang melakukan klik mata kuliah yang sama. Jika itu terjadi pada saat jumlah pengikut baru mencapai kurang dari 49 peserta, maka konsistensi data mungkin masih terjaga. Masalah akan timbul jika peserta sudah mencapai 49 orang sehingga masih ada sisa 1 orang yang bisa tertampung, padahal dalam satu waktu tersebut terdapat 10 orang yang sedang klik MK X. Jika semua counter untuk seluruh mahasiswa mengatakan peserta baru 49 orang, maka apakah kesepuluh tersebut akan dicatat sebagai peserta MK tersebut? Tentu tidak. Jika semua diterima, maka peserta yang terdaftar sebanyak 59 orang yang sudah barang tentu melebihi kapasitas ruang. Jika tidak semua peserta diterima sebagai peserta mata kuliah X, maka siapa yang harus diterima? Jawabnya adalah sistem transaksi basis data (database transaction). Masalah yang hampir sama dapat terjadi dalam banyak kasus dalam kehidupan seharihari, seperti yang terjadi saat 'transaksi' di bank.
            Idealnya, sebuah basis data harus memenuhi syarat ACID yaitu: atomicity (transksi dikerjakan semua atau tidak sama sekali), consistency (seluruh transaksi harus terintegral sesuai dengan konsistensinya), isolation (suatu proses tidak boleh mencampuri proses yang lain), durability (transaksi tidak dapat dibatalkan kemudian atau hasil yang diperoleh diabaikan). MySQL sebagai salah satu database yang sangat populer dipakai oleh para pemrogram web telah mendukung transaction. Agar proses transction dalam sebuah tabel berjalan, maka tabel tersebut harus bertipe InnoDB. Untuk itu pada saat membuat tabel yang diperlukan dalam aplikasi perlu didefinisikan tipe dari tabel tersebut, karena secara default tipe tabel di MySQL adalah MyISAM.

Perkembangan Web dan Kemanan

Web dan Internet sudah dikenal oleh sebagian besar penduduk dunia, tetapi masih sedikit pengguna web dan internet yang peduli terhadap keamanannya. Untuk mengetahui masalah keamanan pada web dan internet, tidak terlepas dari tujuan utama web dan internet di ciptakan. Pada awalnya web di ciptakan hanya untuk sharing ilmu pengetahuan di antara para peneliti di dunia. Jadi para peneliti atau siapapun juga bebas untuk membaca atau download artikel yang ada pada web. Pada saat pertama diciptakan web hanya bersifat static pages, tidak ada aplikasi yang interaktif seperti sekarang ini.
Web pada saat sekarang ini sangat komplek, interaktif, dan banyak aplikasi untuk segala sector kehidupan kita mulai online store, online banking dan sebagainya. Karena pada awalnya web hanya untuk sharing informasi, maka setelah web beralih fungsi menjadi web aplikasi maka timbul banyak masalah mengenai keamanannya. Untuk lebih jelasnya perbedaan web dulu dan sekarang dapat dilihat pada gambar 1 dan 2.
website_pada_awalnya
Karena pada awalnya website hanya untuk sharing informasi maka disebut static page. Web application yang ada pada saat sekarang disebut dynamic pages. Seperti terlihat pada gambar 1, komponen dan struktur website sangat sederhana, hanya perlu web server dan browser untuk mengakses data yang ada di web server.
Struktur dan komponen website pada saat sekarang menjadi lebih komplek seperti yang terlihat pada gambar 2, yang bukan website lagi, tetapi disebut web application. Web application memerlukan beberapa peralatan, paling sedikit harus ada tiga peralatan atau sistem, yaitu:
1. Web server, sebagai presentation layer dan media store.
2. Application server, untuk business logic dan content sevices.
3. Database server, untuk menyimpan core business data, melakukan customer identification, access control, dan transaction information.
struktur_website
Karena struktur web site sekarang terdiri dari tiga sistem, maka sistem ini disebut distributed system. Selain itu pengguna tidak hanya bisa mengakses lewat browser yang ada di personal computer saja tetapi pengguna juga bisa mengakses web application melalui cellular phone (hand phone) atau peralatan wireless yang lain.
Karena struktur yang komplek ini maka kemungkinan untuk celah keamanan juga akan semakin terbuka lebar. Selain struktur dan infrastruktur yang lebih komplek ini, masalah lain yang mendasar adalah tidak ada pengetahuan orang yang mengembangkan web application tentang keamanan. Seorang application atau web developer tidak tahu mengenai keamanan secara mendetail, mereka hanya fokus kepada fungsi web itu sendiri tanpa memperhitungkan factor keamanannya. Oleh karena itu sebelum menggunakan web application, maka perlu di evaluasi dulu mengenai keamanannya oleh orang yang mempunyai kemampuan di bidang keamanan web application. Pada dasarnya untuk mengevaluasi keamanan dari sebuah web application dapat mengikuti skema pada gambar 3.
diagram_evaluasi
Pada gambar 3 ditunjukan bahwa selain masalah teknik dan program, masalah sumber daya manusia juga menjadi masalah penting. Walaupun sebuah perusahaan mempunyai sistem keamanan web dan infrastruktur yang bagus, akan sia sia saja bila tidak dibarengi dengan pengetahuan dan kesadaran staff mengenai pentingnya keamanan.
Pada step security testing, harus dilakukan dua kali yaitu secara static dan dynamic analysis dan biasanya dilakukan oleh pihak ketiga atau konsultan. Pada static analysis, akan dianalisa semua program secara terpisah atau tidak online, tetapi pada dynamic analysis semua fungsi akan dianalisa saat sistem berjalan.


sumber terkait : http://mti.binus.ac.id/2014/01/27/perkembangan-web-dan-keamanannya/