Rabu, 31 Desember 2014

Pengaruh Globalisasi Bagi Remaja

Globalisali adalh sebuah perubahan yang disebabkan oleh perubahan zaman, yang memaksa untuk ikut mengikutinya dan membuatnya berubah seiring perubahan zaman.

Dampak Positif

a. Perubahan Tata Nilai dan Sikap
Adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional.
b. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
c. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik
Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

 

Dampak Negatif

Dampak negatif modernisasi dan globalisasi adalah sebagai berikut.
a. Pola Hidup Konsumtif
Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.
b. Sikap Individualistik
Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.
c. Gaya Hidup Kebarat-baratan
Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.
d. Kesenjangan Sosial
Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial.

Rabu, 19 November 2014

[Tugas Soft Skill 2 ]Penanganan Penyebaran Narkoba di Lingkungan Kampus Perkuliahan

Maraknya kasus narkoba akhir-akhir ini, selalu mengincar para remaja terutama di lingkugan Kampus. Penyebab adanya narkoba dapat menimbulkan dampak kerugian terhadap kondisi kesehatan jasmani seseorang juga psikisnya. Perubahan psikis sering menimbulkan kendala hubungan sosial bagi penyalahgunanya entah itu di dalam keluarga maupun masyarakat umum di sekitarnya.

Dalam masalah penanggulangan narkoba, Kampus memegang peranan penting karena lingkungan kampus merupakan tempat berkumpulnya anak-anak muda alias remaja yang sering dijadikan sasaran. Sehingga secara tidak langsung, perpustakaan yang ada di kampus ikut berperan dalam mengurangi dan mencegah kenakalan remaja seperti adanya narkoba.

Upaya pemberantasan dan penyalahgunaan narkoba sesungguhnya sangat berat dan sulit untuk dilakukan, sehingga dibutuhkan keterlibatan dari semua pihak, tidak terkecuali dari kalangan mahasiswa itu sendiri.

Banyak sekali para mahasiswa yang tidak menyadari dari awal, rokok bisa menjerumuskan mereka menjadi seorang pecandu narkoba. Memang perokok tidak secara otomatis menjadi seorang pecandu, tapi itu mungkin akan lebih cenderung ke arah narkoba. Cara terbaik untuk menghindarkan diri dari konsumsi rokok adalah dengan tidak memulainya. Dalam hal itu peran orangtua dan dosen biasanya menjadi panutan remaja. 

Kerjasama yang baik antara orangtua dan dosen di dalam upaya penanggulangan masalah narkoba sangat diperlukan karena anak merupakan tanggung jawab orangtua dan dosennya. Tetapi, kita sebagai seorang remaja juga memiliki peran dan tanggung jawab tersendiri, yaitu dengan cara: 
1. Menolak ajakan teman.
Pada umumnya seseorang mengenal dan menggunakan narkoba awalnya karena tawaran dari teman dekatnya. Sering merasa sulit menolak ajakan teman dekat apalagi pacar kita sendiri. 
2. Harus siap bila mereka mencap atau menganggap kita seperti banci, lembek, norak, dll.

Selain itu ada juga salah satu hal yang dapat mencegah diri kita dari narkoba adalah dengan cara mengenali kekuatan dan kelemahan diri kita atau disebut juga dengan potensi diri. Cobalah untuk menjalankan hobi atau kegiatan yang kita sukai dan lakukan secara terus menerus untuk dapat mengembangkan potensi diri kita masing-masing.

Jumat, 17 Oktober 2014

Tugas SoftSkill 1 Masalah Individu, keluarga dan Masyarakat.

SOFTSKILL
Tugas SoftSkill 1 Masalah Individu, keluarga dan Masyarakat.


Maaf Temanku,Maafkan Ketidakpekaanku

Dulu saya punya teman baik namanya Dodi(bukan nama asli), saya dan Dodi memang tidak terlalu akrab tapi kami berdua berteman satu kelas, saat di kelas 11 dan 12. Saya dan Dodi tentunya juga dengan tiga teman saya yang lain yang tadinya satu kelas saat saya di kelas 11 SMA. Kami berlima selalu bersama dalam bercanda gurau, saya pun dapat merasakan tawa di setiap saya berada disekitar mereka. Tapi semua itu hilang setelah sebuah kejadian tak terduga dan tak bisa saya tangani pun terjadi.
Waktu itu guru pelajaran mulok saya memberikan instruksi kepada kami untuk membuat kelompok, dan kelompoknya ternyata dipilih berdasarkan hitungan perkursi duduk siswa di kelas, beruntungnya dalam hati saya, saya sekelompok dengan teman saya Dodi itu, dan juga tiga teman kelas saya lainnya. Dan pembagian tugas kelompok pun dimulai. Kelompok saya mendapatkan tugas untuk survey ke museum Fatahilah di Kota Tua. Lalu kami pun merencanakannya sabtu minggu itu.
Di hari sabtu yang kami rencanakan itu, kami semua berkumpul di depan sekolah kami. Kami pun berangkat bersama-sama setelah kami semua berkumpul. Saat perjalanan berangkat motor saya dibawa oleh teman laki-laki satu kelompok dengan saya, dan kemudian saya naik motornya Dodi dan dia yang mengemudi, rencananya kami berdua akan bergantian mengemudi, Dodi saat berangkat dan saya saat perjalanan pulang.
Sesampainya di Kota Tua kami pun langsung berangkat menuju Museum Fatahilah, kami memfoto semua benda yang akan kami persentasikan, dan juga tak ketinggalan kami semua menyempatkan diri berfoto bersama. Semua berjalan dengan menyenangkan dan saya pun tak menduga ada ternyata ada sebuah kejadian mengerikan yang sedang menunggu saya.
Saat perjalanan pulang saya dan Dodi pun bergantian mengemudi, jadi saya sekarang yang mengemudikan motornya Dodi. Kami pun berjalan kembali menuju ke sekolah, dan di perjalanan pulang kejadian mengerikan yang menjadi penyebab hancurnya persahabatan saya dengan Dodi pun terjadi.
Saat saya sedang mengemudikan motornya Dodi sambil sedikit-sedikit bercakap-cakap dengannya. Tiba-tiba didepan kami ada sebuah motor bebek yang menyebrang tanpa saya ketahui dan motor yang saya kemudiakan pun bertabrakan dengan motor orang itu. Pada saat itu terjadilah kecelakaan pertama saya. Rasanya seperti pikiran hilang sesaat, hanya tersisah gambaran dari lontaran serpihan-serpihan motor Dodi yang terpontang-panting entah kemana.
Saat itu yang terpikir olehku adalah Dodi, apakah dia baik-baik saja? Lalu motornya Dodi yang harus saya ganti nanti. Lalu Dodi pun memanggil saya dan mengatakan apa kau baik-baik saja sambil menbangkitkan motornya. Serpihan-serpihan dari motornya pun diambilnya dan di masukan ke jok motornya, dan si penyebrang sialan itu hanya meminta maaf dan pergi dengan motornya yang masih utuh dan hanya mendapatkan lecet yang tak berarti.
Saya pun syok dan saat itu juga Dodi yang menggantikan saya membawa motornya, saya pun duduk dibelankang dan sangat tidak enak hati kepada Dodi dan saya tidak tahu harus bilang apa pada nya, dan saya hanya bisa meminta maaf kepada dia.
Sesampainya di sekolah Dodi hanya pamit dan langsung pulang kerumah nya dan saya rasa dia pasti marah sekali pada saya karena telah menghancurkan motor kesayangannya.
Sesampainya dirumah saya pun menceritakan kejadian itu kepada kedua orang tua saya, dan saya bilang ada kemungkinan saya harus mengganti semua kerusakan motornya. Dan orang tua saya pun hanya bisa mengiyakan dan pasrah, lalu hanya bisa berharap kerugian yang kami tanggung tidak akan besar.
Kemudian saya pun berbincang dengan Dodi mengenai biaya perbaikan motornya, dan dia bilang kita bisa menanggungnya berdua alias setengah-setengah, saya pun agak lega saat mendengarnya. Kemudian saya pun mengatakan hal tersebut kepada kedua orang tua , tapi mereka penasaran tentang berapa jumlah harganya.
Lalu minggunya saya menanyakan lagi berapa harganya lalu Dodi menyebutkan nominalnyanya yaitu 884 ribu rupiah, saya bertanya apakah itu akan dibagi dua? Karena tidak tahu apa-apa saya bertanya hal tersebut, lalu dia menjawab “terserah deh” dan karena itu hanya dari social media jadi saya tidak tahu nada dari bicaranya.
Lalu hari seninnya saya menanyakan langsung padanya apakah nominal tersebut kita tanggung bedua?, dan ternyata dia malah seperti lesu dan berkata” udah lah ga usah ribet” dan saya menanyakan apakah hal itu benar dan dengan otomatis saya rada senang sekaligus lega karena saya pikir masalah ini sudah selesai.
Namun ternyata hal ini malah membuat dia berpikir bahwa saya tidak bertanggung jawab dan dia pun marah keapada saya, saya pun bertanya kepada ketiga manatan teman kelas 11 saya bahwa apa yang sebenarnya terjadi. Dan ternyata sebenarnya nominal yang di sebutkan Dodi itu seharusnya saya yang menanggungnya tanpa di bagi dua karena Dodi sudah mengurus kerusakan yang lainnya dan saya hanya disuruh mengurus kerusakan di bagian spabor depan motornya.
Saya pun seketika terdiam dan saya pun meminta maaf kepada Dodi dan iya pun memaafkannya, tetapi saya pikir itu hanyalah kata-kata dari mulutnya kepada saya bahwa iya sudah memaafkan saya, karena kenyataannya semenjak kejjadian itu sikapnya berubah menjauh dari saya, begitu juga ketiga teman saya yang lain. Saya jadi sangat merasah bersalah dan merasa diasingkan.
Saya pun terus mencoba untuk dekat dengan Dodi kembali. Tetapi sampai saat ini hunbungan kami sudah tidak seakrab yang dulu, walaupun memang kita tidak bermusuhan tetapi hanya tidak sedekat yang dulu. Dan sampai sekarang pun untungnya kami masih berteman walau tidak seakrab dulu. Sampai saat ini saya masih menyesal kenapa dia tidak mngatakan saja yang sebenarnya waktu itu, kenapa hanya berkata “yaudahdeh gausah ribet” dan membuat saya mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sehingga mengorbankan petemanan kita.