Selasa, 14 Juni 2016

Dampak Periklanan | Minat (Hasrat) Beli dan Perilaku Konsumen

Dalam pemasaran dengan orientasi kepuasan pelanggan hal utama yang harus diperhatikan adalah bagaimana menciptakan dan mempertahankan pelanggan perusahaan dapat memahami perilaku konsumen. Menurut (Philip Kotler, 1997) proses pengambilan keputusan pembelian dapat dijabarkan menjadi lima tahap yaitu : 1. Pengenalan Masalah Proses pembelian dimulai ketika pembeli mulai mengenal suatu masalah atau kebutuhan. Pembeli merasakan suatu perbedaan antara keadaan yang aktual dengan keadaan dia inginkan. Kebutuhan tersebut dapat dicetuskan oleh rangsangan internal dan eksternal. 2. Pencarian Informasi Seseorang yang tergerak oleh simultan akan berusaha untuk mencari lebih banyak informasi. Proses pencarian informasi dapat dibedakan menjadi dua tingkatan yaitu perhatian yang memuncak dan pencarian informasi aktif. Sumber informasi konsumen di golongkan dalam empat kelompok yaitu : a. Sumber Pribadi : keluarga, teman, tetangga, kenalan b. Sumber Komersial : iklan, wiraniaga, penyalur, kemasan, pajangan c. Sumber Publik : media massa, organisasi konsumen pemeringkat d. Sumber Pengalaman : penanganan, pengkajian,dan pemakaian produk 3. Evaluasi Alternatif Konsumen bersikap berbeda – beda dalam melihat atribut yang relevan dan dianggap menonjol. Konsumen menilai dan mengevaluasi beberapa pilihan berkenan dengan manfaat yang diharapkan dan menyempitkan pilihan sehingga alternatif yang dipilih. 4. Keputusan Pembelian Konsumen memperoleh alternatif yang dipilih atau pengganti yang dapat diterima bila perlu konsumen menentukan dimana produk akan dipilih. 5. Perilaku Setelah Membeli Dalam proses ini konsumen akan mengalami suatu tingkatan kepuasan atau ketidakpuasan yang akan mempengaruhi perilaku selanjutnya. Dewasa ini perilaku masyarakat mulai menunjukan perubahan seiring dengan kemajuan teknologi yang secara tidak langsung membuka pengetahuan mereka. Pengetahuan masyarakat yang semakin berkembang, mengharuskan manajemen swalayan untuk memahami calon pembeli yang semakin selektif dalam memilih barang-barang kebutuhannya. Untuk memenuhi tuntutan tersebut memaksa pihak manajemen swalayan untuk memahami tentang pembeli, langganan dan tanggapan terhadap barang atau jasa yang akan dijual, karena perilaku konsumen merupakan bagian dari aktivitas manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar